Rabu, 15 September 2010

OPINI - PERANG NAFSU SETAN

Satu dari empat penduduk Israel tidak beragama Yahudi (cf. Finkelstein, 2010: 47). Kenapa pemerintah Israel begitu memaksakan diri untuk disebut sebagai negara Yahudi? Berazas Pancasila, Indonesia dengan penduduk muslim terbesar di dunia saja tidak bisa disebut sebagai negara Islam. Politikus Israel yang mempertahankan zionisme sama anehnya dengan parpol "islamis" di Indonesia yang (pura-pura) mengislamkan kebinekaan. Jadi, penjajahan yang dilakukan Israel atas nama ideologi itu maksa beraaat... Bahkan bisa dibilang ideologinya itu fana. Adapun 'fait accompli' dari Israel ya penjajahannya itu sendiri; bukan ideologinya--yang dengan sendirinya meredup sejak serangan ke Gaza di tahun-tahun terakhir yang bahkan telah dikritik keras oleh orang Yahudi itu sendiri yang tinggal di AS, Kanada dan beberapa negara dari barikade barat lainnya. Keredupan zionisme sama halnya dengan islamisme yang dipraktikan melalui jalur politis yang pada akhirnya dapat menodai agama akibat sistem politik itu sendiri (band. Wahid, 2009). Politikus yang menggunakan metode sejenis bisa jadi adalah: (a) zombie penduduk Sodom Gomora yang gila perhatian; (b) si hijau super kolot; atau (c) pebisnis salah tempat. Alih-alih menyebut konflik Gaza sebagai perang ideologi; saya lebih berat 'tuk menyebutnya sebagai perang nafsu setan.

RUJUKAN
Finkelstein, Norman G. 2010. This Time We Went Too Far: Truth & Consequences of the Gaza Invasion. New York: OR Books.
Wahid, Abdurrahman. 2009. Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia. Jakarta: The Wahid Institute.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar